Post
Kenapa Aku Mendukung Cashless

Masa 2010-an adalah dekade dimana banyaknya muncul perusahaan teknologi di Indonesia.
Pada saat itu kita sudah bisa pesan tiket pesawat secara online, sudah bisa pesan makanan lewat aplikasi, dan menurutku yang paling signifikan adalah bisa membayar berbagai hal tanpa perlu uang tunai atau cashless!
Cashless mengacu pada istilah dimana seseorang tidak lagi memegang uang tunai, sehingga untuk melakukan transaksi selalu menggunakan metode non-tunai seperti kartu atau kode QR.
Sebelumya para pelaku bisnis cenderung hanya menerima pembayaran tunai, namun sekarang kita bisa membayar transaksi dengan kode QR. Cukup buka ponsel, buka aplikasi bank, lalu pindai kode QR penjual, klik klik klik, transaksi selesai.
Memang benar sebelumnya sudah ada kartu debit atau kartu kredit untuk memfasilitasi transaksi cashless, namun itu cuma ada di toko dan restoran besar. Usaha kecil seperti laundry depan rumah atau warteg depan kampus tidak menerima pembayaran kartu. Namun sekarang dengan adanya QRIS mereka sudah bisa menerima pembayaran cashless, hidup semakin mudah!
Tentu saja selain mudah dalam melakukan pembayaran, ada hal lain yang membuatku memutuskan menjadi cashless.
1. Tidak perlu mencari ATM lagi

Salah satu cara untuk mendapatkan uang tunai adalah dengan menariknya di ATM (Automated Teller Machine atau versi kearifan lokalnya Anjungan Tunai Mandiri).
Biasanya pihak bank akan menaruh ATM di lokasi yang sering dikunjungi orang misalnya di area perkantoran, minimarket, dan SPBU.
Masalah terjadi saat lokasi kita cukup jauh dari lokasi ATM. Misalnya kita sedang berada di rumah, berarti harus berkendara dulu ke minimarket hanya untuk mengambil uang untuk membeli gorengan depan rumah.
Masalah lain adalah setiap bank punya ATM masing-masing. Walaupun kita bisa menarik uang di ATM yang beda bank, kita akan dikenakan biaya tambahan.
Kalau cashless, tidak perlu lagi mencari-cari.
2. Tidak perlu membawa dompet tebal lagi
Berdasarkan masalah ATM di atas, mungkin kalian akan berpikir:
Kalau begitu saat sedang dekat ATM tarik saja uang dengan jumlah cukup banyak, jadi tidak perlu sering-sering mencari ATM lagi
Benar, itu cukup menyelesaikan masalah. Namun akan muncul masalah lain, yaitu kalian harus membawa uang kalian terus menerus di dompet. Jika jumlahnya cukup banyak berarti dompet yang kalian bawa akan tebal.
Laki-laki biasa menaruh dompet di saku belakang celana, hal ini menurutku tidak baik untuk kesehatan karena itu mengganggu postur tubuh. Semakin tebat dompetnya berarti semakin mengganggu.
Bisa saja ditaruh di saku depan tapi menurutku malah akan merusak penampilan.
Masalah lain jika dompet menjadi tebal adalah kalian menjadi sasaran empuk pencopetan. Pencopetan adalah aksi dimana orang mencuri dompet kalian dengan sigap yang bahkan kalian tidak sadar.
Bahkan jika kalian menaruh dompet di dalam tas tangan (biasanya dilakukan wanita) atau tas pinggang tetap saja beresiko dicopet saat kalian mengeluarkan dompet kalian dari tas itu.
Selain itu dengan menaruh uang di dompet, berarti bertambah lagi satu hal yang perlu dipikirkan saat keluar rumah. Yang mana kalau cashless kalian tidak perlu memikirkan ini lagi.
3. Tidak perlu takut uangnya kenapa-kenapa

Dari masalah di atas, mungkin kalian masih akan berargumen:
“Oh tapi saya nggak pernah kecopetan kok, saya kan orangnya waspada”
“Ya nggak masalah bawa dompet, toh saya kan juga sambil bawa kartu-kartu lain jadi sekalian”
Baik kalau begitu, tapi ada masalah lain kalau kalian memegang uang tunai yaitu uangnya bisa berceceran.
Uang 100.000 dan uang 50.000 yang barusan kalian tarik dari ATM memang rapi dan mudah diatur.
Namun, setelah kalian membelanjakannya ke nasi telur di warteg depan rumah yang seharga 13.500, maka mengaturnya akan lebih susah, karena pecahannya semakin banyak.
Tidak mungkin lagi menaruhnya di dompet, mungkin kalian akan menaruhnya di saku celana atau di laci meja. Dari sinilah kemalangan bisa dimulai.
- Celana kalian masuk laundry tapi lupa ternyata ada uang disana? Rezeki buat pegawai laundry
- Kalian mengeluarkan ponsel di tengah jalan, tapi tidak sadar ternyata ada uang yang jatuh juga? Beruntung buat yang pungut
- Teman kontrakan kalian iseng masuk kamar terus ngeliat ada uang di meja? Mudah-mudahan tidak muncul niat jahat di pikiran mereka
- Kalian pernah dengar kisah orang naruh uang di bawah bantal tapi habis dimakan rayap? Sayang sekali mendengar itu
- dan berbagai kasus lainnya…
Semua masalah ini tidak akan terjadi kalau kalian cashless.
4. Lebih tenang saat punya usaha

Dulu aku punya bisnis laundry bareng teman. Dan kami mempekerjakan pegawai untuk mengerjakan operasional sehari-hari.
Salah satu yang nambah kerjaan adalah tiap malam kami harus menyiapkan sejumlah uang kembalian untuk transaksi besok pagi.
Karena biasanya pelanggan membayar tidak dengan uang pas, sehingga daripada nanti keteteran mencari uang kembalian lebih baik disiapkan dari malam harinya.
Masalah lain adalah uang kas kita bisa dicuri oleh pegawai. Ini juga terjadi pada kami. Biasanya oknum mencuri dengan mengambil jumlah yang sedikit sehingga tidak disadari oleh pemilik bisnis.
Jika pembukuan bisnis jelek, kita tidak akan sadar bahwasanya ada yang janggal. Untung kami selalu mencatat tiap transaksi jadi ketahuan kalau ada yang mencuri uang transaksi pelanggan.
Mungkin dari awal tidak ada niat untuk itu, namun pikiran jahat muncul kalau melihat sejumlah uang tunai dengan jumlah yang lumayan menggoda.
Aku yakin ini bukan masalah di bisnis laundry saja, tapi ini masalah yang terjadi di semua bisnis yang menerima pembayaran tunai.
Karena itulah aku paham kenapa banyak bisnis sekarang hanya menerima pembayaran non-tunai karena cashless memang senyaman itu.
Aku harap kalian yang masih ragu untuk menjadi cashless sudah semakin yakin sekarang. Karena cashless is seamless.
Apakah cashless sempurna? Tentu tidak, kekurangan selalu ada. Yang terpikir olehku:
- Rawan terhadap kejahatan digital, misalnya akun kalian diretas
- Sangat bergantung pada internet, jika tidak ada koneksi maka sama saja dengan miskin sesaat
- Jika kenapa-napa dan akun kalian diblokir oleh pihak payment gateway atau bank maka bisa dianggap uang kalian hilang
- Transaksi cashless biasanya cuma didukung di kota besar, di desa atau kota kecil cenderung hanya menerima uang tunai
Aku sendiri menggabungkan keduanya, yaitu aku menyimpan sejumlah uang cash tapi hanya untuk uang darurat, bukan untuk transaksi sehari-hari.
Kalau begitu tunggu apalagi? Segara ke Indomar*t atau Alfam*rt dan setorkan uang tunai kalian ke dompet digital dan bergabunglah ke cashless society!
Found this post helpful? Share it with others.