Tips Wawancara di Perusahaan Remote Luar Negeri

Halo, untuk menyambut bursa transfer sehabis lebaran aku mau membagikan tips untuk kalian yang mau melamar ke perusahaan remote luar negeri.
Aku sendiri sudah pernah bekerja di perusahaan remote luar negeri yang berbasis di Singapura sebelumnya dan sudah beberapa kali mencoba melamar ke perusahaan remote luar negeri lain juga sehingga sudah cukup tahu pola wawancaranya bagaimana.
Seperti kalian tahu sekarang kondisi job market cukup sulit tidak seperti beberapa tahun lalu sehingga lowongan pekerjaannya sudah lebih sedikit dan persaingannya menjadi lumayan sengit. Oleh karenanya perlu persiapan yang lebih matang.
Disini aku tidak membahas tips yang obvious (sudah jelas) seperti "perlancar bahasa Inggris" atau "perbanyak latihan Leetcode" karena itu hal yang memang sudah seharusnya dilakukan terlepas melamar ke mana.
Untuk itu, berikut tips buat kalian yang mau melamar ke perusahaan remote luar negeri:
1. Pelajari dulu perusahaannya
Perusahaan luar negeri yang membuka lowongan remote biasanya adalah perusahaan rintisan atau perusahaan yang usahanya spesifik di negara asal mereka sehingga besar kemungkinan kamu mungkin tidak pernah mendengar perusahaan tersebut.
Biasanya di HR call mereka akan menanyakan apa kamu sudah tahu bisnis apa yang mereka punya. Mereka ingin memastikan apakah kamu memang tertarik atau cuma sekadar mass apply saja.
Kalau misalnya kamu gugup disaat mereka menanyakan hal itu dan tidak tahu mau menjawab apa bisa jadi HR akan menilai kamu tidak begitu niat untuk bergabung dengan mereka. Dan akhirnya mereka tidak tertarik untuk melanjutkan proses interview.
Di sisi lain sebenarnya mempelajari perusahaan yang kita lamar itu memang cukup penting bahkan walaupun nantinya tidak ditanyakan. Karena jika kita tahu apa bisnis mereka kita bisa mempoles CV kita terlebih dahulu untuk memasukan hal yang relevan dengan perusahaannya. Selain itu merupakan hal yang bagus juga jika industrinya merupakan hal yang sejalan dengan kita.
Dan dengan riset terlebih dahulu kita bisa mengecek founder dan riwayat pendanaan perusahaannya, sehingga kita bisa menilai apakah bisnisnya akan berjalan baik.
Kalau memang kalian melamar ke banyak perusahaan di awal sehingga tidak sempat untuk melakukan riset ke tiap perusahaan yang kalian lamar, paling tidak lakukan riset jika kalian sudah dikontak oleh HR.
2. Persiapkan nama panggilan
Karena kita membahas pekerjaan remote luar negeri, besar kemungkinan kita apply ke perusahaan dari negara seperti Singapura, Australia, atau Amerika Serikat.
Kalau nama kalian merupakan nama nusantara (Budi, Danu, ...) atau nama islami (Ilham, Fadhil, etc) ada kemungkinan nama kalian tidak familiar di telinga mereka.
Mereka lebih familiar antara lain dengan nama kristiani (Charles, Jack, ...) atau nama lokal tempat perusahaan tersebut berada.
Jadi besar kemungkinan disaat interview mereka akan menanyakan nama panggilan kita sebagai orang Indonesia dan cara penyebutannya.
Untuk itu agar tidak bingung nantinya coba persiapkan nama panggilan yang cukup umum untuk mereka. Dengan begitu juga akan memperlancar proses interview dan menjadi ice breaker di saat-saat memulai interviewnya.
Contohnya aku sendiri, sehari-hari aku dipanggil Ilham atau Abi. Namun saat wawancara dengan bule, aku minta dipanggil "Bee". Karena itu merupakan kata yang umum untuk dieja dan masih dekat dengan nama asliku sehingga tidak asing and bukan muncul begitu saja.
Beginilah kira-kira percakapannya:
"Hello so... your name is Ilham Wahabi, isn't? What should I call you?"
"You can call me Bee, like bee in honeybee"
"Ok, Bee! Sounds good let's start the interview"
3. Ubah cara penyebutan angka
2100, kita diajarkan menyebutnya dengan "two thousand and one hundred".
Tapi yang lebih umum itu adalah "twenty one hundred"
Bukan "2000 dan 100" tapi "21 ratus"
2027, kita diajarkan menyebutnya dengan "two thousand and twenty seven".
Tapi yang lebih umum itu adalah "twenty twenty seven"
Bukan "2000 dan 27" tapi "20 27"
Ini biasanya akan terjadi saat kalian membahas gaji atau saat membahas soal yang mengandung angka.
Beginilah kira-kira contoh percakapannya:
"What your salary expectation"
"I expect 3500 (thirty five hundred) US Dollar"
4. Jangan hitung gaji mentah saja
Besar kemungkinan mereka tidak memiliki entitas di Indonesia, sehingga mereka tidak bisa memberikan benefit layaknya perusahaan Indonesia pada umumnya, seperti BPJS, THR, dan asuransi.
Kita juga tidak akan menerima pesangon kalau sesuatu terjadi, sehingga layak untuk kita meminta lebih untuk mengkompensasi hal tersebut
Jadi disaat mereka menanyakan "berapa gaji kamu sekarang", kamu bisa bilang gaji kamu sekarang adalah: gaji kamu sebelum pajak ditambah benefit lain.
Misalnya gaji kamu perbulan sejumlah 20 juta, THR 20 juta, BPJS dan asuransi dll 5 juta (ini contoh saja, untuk lebih lengkapnya bisa lihat slip gaji kalian).
Berarti gaji kalian setahun adalah (20 + 5) * 12 + 20 = 320 juta.
Berarti gaji kalian sebulan adalah 320 / 12 = 26.67 juta.
Sekarang kalau misalnya HR menanyakan gaji perbulan kalian berapa, jangan jawab 20 juta, tapi jawab 26.67 juta.
Biasanya mereka akan menanyakan dalam US Dollar atau dalam mata uang lokal tempat perusahaan tersebut berdiri. Sehingga sebelum interview lebih baik catat gaji kalian tersebut misalnya di sticky notes sehingga tidak perlu menghitung dan mengkonversi lagi saat ditanyakan.
Sekian tips singkatnya, daftar ini akan ditambah jika aku mendapat hal baru.
Jika kalian suka atau menurut kalian berguna, silakan bagikan tulisan ini sehingga bisa dibaca lagi nanti dan yang lain terbantu juga.
Terima kasih sudah membaca!